Absen pagi, nilai, SPP, izin keluar, ekskul atau setoran hafalan. Guru dan pengurus mencatat di tempat kejadiannya; pimpinan, bendahara, sampai wali di rumah membaca data yang sama. Untuk sekolah, madrasah, dan pondok pesantren.
07.40Guru IPANilai IPA 8B masuk, rapor ikut terisi
10.05BendaharaSPP Ahmad lunas, kabar terkirim ke wali
13.00SatpamAhmad keluar gerbang, izin ke puskesmas sampai 14.30
15.10Pembina PramukaPresensi latihan Pramuka tercatat
06.52Wali kelasAbsen pagi 8B: 30 dari 32 hadir
07.40Guru IPANilai IPA 8B masuk, rapor ikut terisi
10.05BendaharaSPP Ahmad lunas, kabar terkirim ke wali
13.00SatpamAhmad keluar gerbang, izin ke puskesmas sampai 14.30
15.10Pembina PramukaPresensi latihan Pramuka tercatat
kerja lembaga pendidikan dalam satu ekosistem
6ruangkerja lembaga pendidikan dalam satu ekosistem
gratis dengan kode voucher
12bulangratis dengan kode voucher
potongan dari pembayaran wali
0%potongan dari pembayaran wali
data peserta didik untuk semua bagian
1data peserta didik untuk semua bagian
Diorama lingkungan sekolah: gedung kelas, kantor, lapangan, dan gerbang, dari pagi sampai malam.
Disiapkan untuk
SD dan MI
SMP dan MTs
SMA, SMK, dan MA
Pondok pesantren
Madrasah diniyah
Sekolah berasrama
Yayasan banyak jenjang
SD dan MI
SMP dan MTs
SMA, SMK, dan MA
Pondok pesantren
Madrasah diniyah
Sekolah berasrama
Yayasan banyak jenjang
Sebelum dan sesudah
Enam buku catatan. Atau satu data.
Di banyak lembaga pendidikan, satu peserta didik dicatat berulang kali oleh orang yang berbeda, di buku yang berbeda. Lihat apa yang berubah.
Ahmad FauzanTercecer di enam tempatSatu buku induk
Absen pagiDicentang di buku presensi, direkap ulang ke Excel setiap bulan.Dicentang di HP. Rekap dan laporan terisi sendiri.
Nilai dan raporDisalin dari buku nilai ke Excel, lalu ke kertas rapor.Diketik sekali. Leger, peringkat, dan rapor ikut terisi.
SPPKuitansi tulisan tangan; kas baru dicocokkan di akhir bulan.Kuitansi terbit, jurnal tercatat berpasangan, wali langsung tahu.
Izin keluarSurat izin kertas di pos satpam, mudah hilang dan sulit dicek.Satu pindai kartu: izin, persetujuan, dan jam kembali terlihat.
Ekskul dan hafalanPresensi ekskul dan setoran hafalan di buku pembina, ditulis ulang di rapor.Presensi, predikat, dan hafalan tersimpan di data peserta didik, langsung masuk rapor.
Kabar ke waliDitanyakan di grup, dijawab guru satu per satu.Wali membuka portal: hadir, nilai, tagihan, izin, pengumuman.
Ditulis sekali di tempat kejadiannya, dibaca oleh semua yang berhak.
Ikuti satu hari Ahmad Fauzan, kelas 8B di sebuah yayasan pendidikan.
Enam orang dari bagian yang berbeda akan mencatat tentang dia hari ini. Sekolah, madrasah, atau pondok pesantren, polanya sama: biasanya enam catatan di enam buku, di sini satu data.
06.40Ruang kelas 8BBu Nurul · Wali kelas01/06
Kehadiran pagi sudah lengkap sebelum pelajaran pertama.
Bu Nurul menandai kehadiran dari HP sambil menyapa anak-anak di pintu. Nama Ahmad hijau; dua yang belum datang langsung terlihat, lengkap dengan nomor wali yang bisa dihubungi.
Kehadiran kelas, kegiatan, dan ekskul tercatat per peserta didik.
Absen pagi · 8B
30 dari 32 hadir
Kelas 8B · 32 siswa
Ahmad Fauzan8BHadir
Rizki Maulana8BBelum datang
Fahmi Hidayat8BHadir
Ilham Nur8BBelum datang
08.10Ruang guruPak Arif · Guru mata pelajaran02/06
Nilai ulangan cukup diketik sekali.
Pak Arif memasukkan nilai ulangan dari laptopnya. Leger kelas, peringkat bila dipakai, dan rapor semester ikut terisi, tanpa menyalin dari buku nilai ke Excel lalu ke kertas rapor.
Bobot nilai, KKM, dan format rapor diatur tiap lembaga.
Ayah Ahmad transfer pagi ini. Pak Ridwan mencocokkannya, kuitansi terbit, dan jurnalnya tercatat berpasangan. Di sekolah namanya SPP, di pondok pesantren syahriah; di buku besar tetap satu catatan yang rapi.
Bayar online lewat penyedia pilihan lembaga, atau tunai di loket.
Ahmad perlu ke puskesmas. Pak Rahmat memindai kartunya: izin sudah disetujui wali kelas dan harus kembali pukul 14.30. Kalau terlambat, petugas piket yang pertama tahu.
QR di kartu berisi kode acak, bukan nomor induk.
Boleh keluar
AFAhmad Fauzan2026.0009 · Kelas 8B
Jenis izin
Izin ke puskesmas
Keluar
13.00
Kembali
14.30
Disetujui wali kelas dan guru piket
15.10LapanganKak Fikri · Pembina kegiatan05/06
Kegiatan sore tercatat langsung dari HP.
Di sekolah sore ini latihan Pramuka; di pondok pesantren, waktunya setoran hafalan. Kak Fikri mencatat kehadiran dan predikatnya dari HP, dan semuanya tersusun untuk rapor.
Ekskul, tahfidz, projek, dan prestasi tersimpan di data peserta didik yang sama.
Presensi ekskul
Pramuka · Penggalang
AFAhmad Fauzan2026.0009 · Kelas 8B
HadirIzin
KegiatanTali-temaliPertemuanke-7
PredikatSangat baikBaikCukupSimpan presensi
20.45Rumah, TasikmalayaBapak Yusuf · Ayah Ahmad06/06
Malamnya, ayah Ahmad membaca hari yang sama.
Hadir pagi. Nilai ulangan 86. Tagihan bulan ini lunas. Izin ke puskesmas, kembali pukul 14.22. Kegiatan sore selesai. Bapak Yusuf tidak perlu bertanya di grup, dan tidak ada guru yang harus menjawab satu per satu.
Wali masuk dengan kata sandi atau PIN, ditambah authenticator bila lembaga pendidikan mewajibkannya.
Portal WaliBY
Bapak Yusuf
Izin keluarAnanda Ahmad keluar gerbang pukul 13.00 WIB dengan izin ke puskesmas, dijadwalkan kembali pukul 14.30.
SPP NovemberRp 450.000Lunas
Hadir 29 dari 30 hari
Enam orang, enam tempat, satu peserta didik yang sama.
Itulah arti satu data: ditulis sekali di tempat kejadiannya, dibaca oleh siapa pun yang berhak, dan tidak pernah disalin ulang.
Tiga asrama, masing-masing dengan rekening dan SPP sendiri.
Di Santrinesia
Tiap asrama menjadi lembaga kesiswaan dengan rekening, biaya, dan bendaharanya sendiri. Tagihannya hanya mengenai peserta didik yang tinggal di asrama itu.
Kasus
Satu bendahara pusat memegang semua asrama dan lembaga.
Di Santrinesia
Bendahara tanpa cakupan lembaga memegang semua buku beserta laporan gabungannya. Bisa juga satu bendahara untuk beberapa asrama saja, tanpa MTs.
Kasus
Anak guru dipotong 50%, saudara kandung 10%.
Di Santrinesia
Aturan potongan bernama diterapkan otomatis saat tagihan terbit. Yang tidak boleh ditumpuk diambil yang terbesar; yang boleh ditumpuk ditambahkan, dengan batas nominal bila perlu.
Kasus
Wali meminta mencicil tagihan yang besar.
Di Santrinesia
Tagihan dipecah menjadi beberapa termin dengan DP. Pemecahan perlu persetujuan admin, dan jumlah piutangnya tetap sama.
Kasus
Wali membayar untuk dua anak sekaligus.
Di Santrinesia
Satu pembayaran dibagi ke tagihan tertua kedua anak dan tercatat per anak. Wali juga bisa memilih tagihan mana yang dibayar dulu.
Kasus
Wali mentransfer ke rekening lembaga yang keliru.
Di Santrinesia
Pembayaran tetap lunas, dan utang antar-lembaga tercatat otomatis di kedua buku sampai bendahara melunasinya.
Kasus
Listrik dibayar yayasan, tetapi dipakai semua lembaga.
Di Santrinesia
Biaya bersama dibagi tiap bulan menurut jumlah peserta didik atau persentase tetap, dan tercatat sebagai piutang antar-lembaga.
Kasus
Dana BOS dan wakaf tidak boleh dipakai untuk sembarang belanja.
Di Santrinesia
Dana terikat hanya membiayai akun beban yang dicentang untuknya. Gaji yang dibayar dari BOS ditolak bila kas BOS tidak cukup.
Kasus
Telat membayar SPP dikenai denda.
Di Santrinesia
Denda ditagih sekali setelah sekian hari lewat jatuh tempo, sebagai jenis biaya tersendiri. Tidak pernah ada denda atas denda.
Kasus
Jajan peserta didik di kantin dibatasi.
Di Santrinesia
Lembaga pendidikan menetapkan batas belanja per minggu dan per bulan. Batas harian bisa dibuat lebih ketat per peserta didik, juga oleh wali bila lembaga pendidikan mengizinkan.
Kasus
Wali kelas dan kepala madrasah mendapat tunjangan.
Di Santrinesia
Tunjangan diberikan per jabatan, per wali kelas, atau per tingkat, dan hanya sampai ke pegawai yang memegangnya. Pegawai yang masuk atau keluar di tengah bulan digaji prorata.
Kasus
Pembelian barang sering lewat WhatsApp tanpa jejak.
Di Santrinesia
Pengurus mengajukan permintaan pembelian, disetujui berjenjang, penawaran vendor dibandingkan, PO dicetak, barang diterima bertahap, lalu jadi utang vendor.
Kasus
Lembaga pendidikan kami UPZ BAZNAS dan menerima zakat fitrah beras.
Di Santrinesia
Zakat uang dan beras dicatat sebagai titipan, disetor penuh dengan nomor BSZ; dana penyaluran dan hak amil dari BAZNAS dicatat terpisah sesuai Perbaznas 2/2016.
Peserta didik pulang hanya boleh dijemput keluarga yang terdaftar.
Di Santrinesia
Jenis izin yang mewajibkan penjemput hanya mengizinkan peserta didik keluar bersama penjemput terdaftar, dicocokkan dengan foto atau kartunya.
Kasus
Izin pulang punya syarat yang harus dipenuhi dulu.
Di Santrinesia
Syarat dipasang per jenis izin, sebagai peringatan atau penghalang, termasuk daftar periksa yang dikonfirmasi petugas.
Kasus
Libur: peserta didik putra dari satu daerah pulang serentak.
Di Santrinesia
Gelombang pulang massal menyasar peserta didik mukim menurut jenis kelamin dan daerah, melewati yang sedang izin atau dikecualikan, lalu menerbitkan izinnya sekaligus.
Kasus
Sambangan wali dibatasi sekali sebulan.
Di Santrinesia
Batas yayasan berlaku di loket dan portal wali; lembaga boleh punya batas sendiri untuk sesinya.
Kasus
Prestasi boleh menebus poin pelanggaran.
Di Santrinesia
Bila dinyalakan, poin prestasi mengurangi poin pelanggaran (tidak sampai di bawah nol), dan poin yang terlalu lama tidak dihitung lagi.
Kasus
Dua kali tidak ikut jamaah dalam sepekan dicatat sebagai pelanggaran.
Di Santrinesia
Absen berulang otomatis menjadi satu catatan pelanggaran sesuai ambang yang diatur lembaga pendidikan.
Kasus
Jamaah Maghrib dimulai 10 menit sebelum waktunya.
Di Santrinesia
Kegiatan absensi bisa mengikuti jadwal sholat lembaga pendidikan dengan selisih menit, sehingga jamnya bergeser sendiri setiap hari.
Kasus
MTs punya kategori pelanggaran dan jenis izin sendiri.
Di Santrinesia
Aturan yayasan berlaku untuk semua. Lembaga boleh menambah, menimpa, atau mematikan barisnya sendiri untuk santrinya.
Kasus
Ada ketua kamar dan ketua kelas dari peserta didik.
Di Santrinesia
Peran peserta didik dipasang per kamar atau kelas, tampil di daftar anggota, dan lepas sendiri saat peserta didik pindah kamar.
Kasus
Peserta didik melapor dirundung musyrifnya sendiri.
Di Santrinesia
Laporan masuk ke tim perlindungan, bukan ke pembina itu. Pengurus yang ditandai terlapor tidak pernah bisa membuka kasusnya.
Pembina asrama putri hanya boleh melihat peserta didik putri.
Di Santrinesia
Cakupan peran berlapis: lembaga, asrama atau kelas, dan putra/putri.
Kasus
Kami punya jabatan yang tidak ada di daftar peran.
Di Santrinesia
Peran baru disusun dari daftar izin. Perubahannya berlaku pada permintaan berikutnya dan tercatat di audit.
Kasus
Pengajuan dana harus disetujui pimpinan dulu.
Di Santrinesia
Alur persetujuan ditentukan lembaga pendidikan, termasuk memakai peran buatan sendiri.
Kasus
Di lembaga pendidikan kami SPP disebut SPP dan pembina disebut pembina.
Di Santrinesia
Istilah diganti sekali dan panel, portal wali, pendaftaran PSB, website, email, serta ekspor Excel mengikutinya, termasuk peserta didik menjadi siswa atau lembaga pendidikan menjadi madrasah.
Kasus
Kami lembaga pendidikan salaf; kebiasaannya beda dengan lembaga pendidikan modern.
Di Santrinesia
Preset tipe lembaga pendidikan memasang istilah, jenis izin, kegiatan, dan kategori pelanggaran contoh sebagai titik awal, lalu semuanya bisa diubah.
Kasus
Semua pengurus wajib memakai verifikasi dua langkah.
Di Santrinesia
Satu sakelar mewajibkan 2FA untuk semua pengurus lembaga pendidikan.
Kasus
Satu guru mengajar di dua lembaga pendidikan.
Di Santrinesia
Satu login untuk beberapa lembaga pendidikan. Ia memilih lembaga pendidikan saat masuk, dan data tiap lembaga pendidikan tetap terpisah.
Kasus
Email ke wali MTs dikirim dari alamat MTs sendiri.
Di Santrinesia
Lembaga yang punya akun email sendiri mengirim pesan tentang santrinya dari akun itu; lembaga lain memakai akun yayasan.
Lembaga pendidikan tidak perlu berubah demi aplikasinya.
Yang biasanya meminta programmer, di Santrinesia diatur pengurus dari menu.
Coba ganti istilahnyaLayar ikut berubah. Begitu juga di panel lembaga pendidikan Anda.
Biaya bulanan
Sebutan pengajar
Kelas
Syahriah NovemberLunasRp 450.000
Izin keluar disetujui UstadzBu Nurul · Kelas 8B
Jenis lembaga
Pondok pesantren, madrasah, sekolah, atau sekolah berasrama. Istilah dan bagian awal mengikuti jenisnya; bagian yang tidak dipakai, seperti asrama atau tahfidz, tinggal dimatikan.
Istilah
Syahriah atau SPP, PSB atau SPMB, ustadz atau guru, santri atau siswa. Layar ikut kata yang dipakai di lembaga pendidikan Anda.
Formulir dan field
Formulir PSB dan field tambahan untuk peserta didik, pegawai, atau aset disusun sendiri.
Alur persetujuan
Izin dan pengajuan dana melewati jenjang persetujuan yang ditetapkan lembaga pendidikan.
Yayasan
SD, SMP, madrasah, diniyah, dan pondok pesantren mengelola penerimaan, keuangan, dan pengurusnya sendiri. Yayasan melihat dan menggabungkan semuanya.
Hak akses
Berlapis sampai jenjang, kelas, dan putra/putri. Wali kelas cukup melihat kelasnya sendiri.
Kalender
Agenda dan kalender akademik. Kalender Hijriah dan jadwal sholat bawaan Kemenag bila dipakai, bisa diubah per lembaga pendidikan.
Ekosistem Santrinesia
Sistem informasi lembaga pendidikan dalam satu buku induk.
Sekolah, madrasah, atau pondok pesantren: setiap ruang kerja membaca dan menulis buku induk peserta didik yang sama, dari meja pendaftaran sampai HP wali di rumah.
Buku induk peserta didikSatu data, dibaca semua ruang
Pintu masuk
Dari pendaftaran sampai kartu peserta didik
Satu alur, lintas ruang
1Calon peserta didik mendaftar online dari HP
2Panitia menyeleksi per program atau jalur
3Data masuk buku induk, kartu ber-QR tercetak
4Tagihan daftar ulang terbit sendiri
Yang ada di ruang ini
Penerimaan peserta didik baruFormulir online, berkas, tes, seleksi, penempatan, sampai daftar ulang.
Buku induk & kartu peserta didikPeserta didik, wali, pegawai, lembaga, kelas, beserta riwayatnya; kamar bila berasrama.
Formulir & istilah sendiriKolom tambahan, alur persetujuan, dokumen, dan istilah khas lembaga pendidikan.
Pengguna & hak aksesPeran, lingkup putra/putri, 2FA, undangan, catatan masuk.
Akademik & raporJadwal, nilai, ujian, kartu ujian, ujian di layar, rapor, ijazah.
Ruang belajarMateri dan tugas per mapel, kiriman peserta didik, nilai dan catatan guru.
Tahfidz & ngajiSetoran, murajaah, target, ujian tasmi', dan sanad.
Kalender & agendaAgenda lembaga dan acara; kalender Hijriah dan jadwal sholat bila dipakai.
PerpustakaanKatalog kitab dan buku, peminjaman lewat kartu, denda.
AbsensiKegiatan, kelas, dan ekskul lewat QR, kartu, atau manual, tetap jalan saat sinyal hilang.
Perizinan & gerbangIzin pulang dan keluar, persetujuan berjenjang, pindai di gerbang.
Kedisiplinan & BKPelanggaran, poin, prestasi, dan catatan pembinaan yang terjaga.
Kesehatan (UKS)Catatan kesehatan dan UKS; asrama dan kamar bila lembaga berasrama.
Dapur & konsumsiMenu dan jatah makan untuk lembaga yang menyediakan makan.
Penitipan HP & teleponTitip dan sita HP, jadwal telepon atau video call dengan wali.
Organisasi peserta didikOSIS dan organisasi, piket kelas, dan ekstrakurikuler.
Perlindungan peserta didikKanal lapor perundungan, bisa anonim, dengan akses sangat terbatas.
Rencana rilis 1.0 mencakup semua ruang ini. Sebagian masih dikembangkan, dan lembaga pendidikan-lembaga pendidikan pertama ikut menentukan urutan penyempurnaannya. Fitur zakat hanya aktif untuk lembaga pendidikan yang berwenang menghimpun zakat, misalnya UPZ BAZNAS atau LAZ.
Amanah
Data peserta didik dan uang wali adalah amanah.
Apa pun jenis lembaganya, datanya terpisah dari lembaga lain, data sensitif dienkripsi, dan setiap perubahan tercatat.
Terpisah antar lembaga pendidikan
Setiap baris data membawa identitas pondoknya, dan database sendiri yang menolak akses lintas lembaga pendidikan (row-level security). Uji isolasinya berjalan otomatis.
Data sensitif dienkripsi
NIK, data kesehatan, dan catatan konseling disimpan terenkripsi, dibatasi per peran, dan tidak ditulis ke log.
Verifikasi dua langkah
Pengurus bisa memakai aplikasi authenticator, dan lembaga pendidikan bisa mewajibkannya untuk semua pengurus.
Jejak yang tidak bisa dihapus
Perubahan data inti dan pengaturan tercatat: siapa, kapan, dari mana, nilai lama dan baru.
Pembukuan yang jujur
Jurnal double-entry yang hanya bertambah. Kesalahan dikoreksi dengan jurnal balik.
Data milik lembaga pendidikan
Ekspor ke Excel kapan saja. Bila lembaga pendidikan berhenti, akun menjadi hanya-baca 90 hari dengan ekspor penuh.
Kartu tanpa data pribadi
QR di kartu peserta didik berisi kode acak, bukan NIS. Data biometrik tidak disimpan di server.
Perlindungan peserta didikDalam pengembangan
Kanal lapor kekerasan dan perundungan, bisa anonim. Tim support Santrinesia pun tidak bisa membukanya.
Harga
Biaya langganan tahunan Rp500.000 per lembaga pendidikan. Semua fitur, tanpa pilihan paket.
Lembaga pendidikan mendaftar
Masa coba gratis, atau 12 bulan dengan kode voucher
Masa gratis selesaiBiaya langganan tahunan Rp500.000
Santrinesia Cloud, langganan tahunan
Rp 500.000
per lembaga pendidikan per tahun
Gratis selama masa coba sebelum membayar, atau 12 bulan dengan kode voucher dari tim Santrinesia.
Semua ruang dan bagiannya, termasuk yang baru dibangun
Domain sendiri untuk website lembaga pendidikan, didaftarkan tim Santrinesia
Pembaruan otomatis: fitur, perbaikan, keamanan
Data di pusat data di Indonesia, dengan backup otomatis
30 hari dan 7 hari sebelum masa gratis berakhir, admin, bendahara, dan pimpinan menerima pemberitahuan berisi besaran biaya langganan tahunan. Tidak melanjutkan? Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor data penuh.
Cara mulai
1Daftar sendiriPakai akun Google, atau email dengan kode verifikasi yang dikirim ke email itu.
2Isi nama lembaga pendidikanPilih alamat website lembaga pendidikan. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Masukkan di langkah ini.
3Pilih jenis lembagaPondok pesantren, madrasah, sekolah, atau sekolah berasrama. Istilah dan bagian awal mengikuti jenisnya, dan semuanya bisa diubah.
4Ikuti "Mulai di sini"Lembaga, kamar, kelas, impor peserta didik dari Excel, biaya, portal wali. Centang muncul sendiri begitu datanya ada.
5Undang pengurus dan waliSetiap pengurus masuk dengan perannya; wali menerima undangan ke portal.
Sasaran kami: ruang inti dipakai harian dalam 30 hari untuk lembaga pendidikan tunggal, dan 90 hari untuk yayasan multi-lembaga.
Dipasang di server lembaga pendidikan sendiri menyusul di versi 1.x: kode yang sama, tanpa pembaruan otomatis, perbaikan sebagai jasa berbayar. Tanya harga lisensi lewat WhatsApp.
Dibayar lembaga pendidikan langsung ke penyedianya: biaya penyedia pembayaran dan pesan WA/SMS. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.
Tanya jawab
Setiap lembaga pendidikan berbeda. Ini yang sering ditanyakan pimpinan dan bendahara.
Lembaga pendidikan bisa mencoba gratis: daftar sendiri, lalu pakai semua fitur selama masa coba. Lembaga pendidikan yang memasukkan kode voucher dari tim Santrinesia saat mendaftar gratis 12 bulan, selama kuotanya masih ada. Sesudahnya, biaya langganan tahunan Rp500.000 per lembaga pendidikan, sudah termasuk semua fitur dan satu domain website lembaga pendidikan. Subdomain santrinesia.com selalu gratis; setiap domain sendiri tambahan Rp300.000 per tahun.
Tidak perlu. Klik "Coba gratis", daftar dengan akun Google atau email (email biasa menerima kode verifikasi 6 angka), lalu isi nama lembaga pendidikan dan alamat websitenya. Akun Anda langsung menjadi Admin lembaga pendidikan dan bisa mengundang pengurus lain.
Kode voucher dibagikan tim Santrinesia. Dimasukkan saat mendaftar, kode itu memberi gratis 12 bulan selama kuotanya masih ada. Tanpa kode, lembaga pendidikan tetap bisa mencoba gratis selama masa coba. Tanyakan kodenya lewat WhatsApp atau email.
Di Santrinesia semua bagian membaca satu data yang sama: pendaftaran, keuangan, absensi, rapor, dan portal wali. Data tidak diketik ulang, dan laporan yayasan bisa menggabungkan semua lembaga pendidikan.
Untuk pondok pesantren, madrasah (MI, MTs, MA, diniyah), sekolah (SD sampai SMK), dan sekolah berasrama, satu lembaga atau yayasan dengan banyak jenjang. Saat mendaftar Anda memilih jenisnya; istilah dan bagian yang tampil mengikuti jenis itu, lalu semuanya bisa diubah.
Tidak ada. Setiap lembaga pendidikan mendapat semua ruang dan bagiannya. Lembaga pendidikan kecil cukup belum menyalakan bagian yang belum dipakai.
Bisa. Di Pengaturan › Jenis lembaga, setiap bagian seperti Tahfidz, Asrama, Kantin, atau Perpustakaan bisa dimatikan. Menu, Beranda, dan portal wali ikut menyembunyikannya. Datanya tetap tersimpan dan muncul lagi saat bagian itu dinyalakan.
Tidak. Istilah bisa diganti per lembaga pendidikan, misalnya SPP menjadi SPP, pembina menjadi pembina, peserta didik menjadi siswa, atau lembaga pendidikan menjadi madrasah. Kata baru dipakai di panel, portal wali, pendaftaran PSB, website lembaga pendidikan, email, dan ekspor Excel. Formulir, field tambahan, template dokumen, dan alur persetujuan juga diatur sendiri; langkahnya ada di Panduan › Pengaturan lanjutan.
Bisa. Satu akun yayasan menaungi banyak lembaga dari jenis apa pun. Tiap lembaga mengelola penerimaan, keuangan, dan pengurusnya sendiri, sementara yayasan melihat semuanya dan menggabungkan laporannya.
Di Santrinesia tidak. Akun bisa dipakai satu madrasah, satu lembaga pendidikan, atau yayasan dengan banyak lembaga. Kas pusat (Kantor Yayasan) selalu ada dan boleh diganti namanya, misalnya "Tata Usaha". Soal badan hukum penyelenggara, ikuti aturan Kementerian Agama atau dinas pendidikan yang berlaku.
Lembaga pendidikan sendiri. Lembaga pendidikan memilih dan berkontrak langsung dengan penyedia pembayaran; Santrinesia hanya membuat penghubungnya (adapter) dan tidak menyimpan dana di rekening platform. Pembayaran tunai atau transfer yang dicatat bendahara selalu tersedia, dan Santrinesia tidak mengambil potongan dari transaksi.
Lembaga pendidikan berlangganan langsung ke penyedia WA atau SMS pilihannya, dan biayanya dibayar lembaga pendidikan ke penyedia itu. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.
Wali masuk dengan kata sandi atau PIN. Lembaga pendidikan bisa menyalakan verifikasi dua langkah lewat aplikasi authenticator, sehingga tidak perlu OTP SMS dan tidak ada biaya pesan untuk masuk.
Absensi, perizinan di gerbang, dan kasir kantin dirancang tetap berjalan saat internet putus lalu menyamakan data otomatis. Kemampuan ini disiapkan untuk aplikasi pengurus yang sedang dikembangkan; panel web membutuhkan koneksi.
Bisa, mulai versi 1.x. Lembaga pendidikan menjalankan kode yang sama di servernya, tanpa pembaruan otomatis; perbaikan dan naik versi tersedia sebagai jasa berbayar.
Data tetap milik lembaga pendidikan. Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor penuh (Excel dan arsip lengkap). Data keuangan tidak pernah dihapus diam-diam.
Data tiap lembaga pendidikan terpisah di tingkat database, data sensitif dienkripsi dan dibatasi per peran, setiap perubahan tercatat, dan persetujuan wali dicatat saat pendaftaran. Rancangannya memperhatikan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Coba gratis
Gratis 12 bulan dengan kode voucher, kuota terbatas
Satu akun untuk satu lembaga pendidikan atau seluruh yayasan.
Daftar sendiri dalam beberapa menit, pilih jenis lembaganya, lalu langsung isi datanya. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Gratis 12 bulan.