Daftar sendiri, langsung pakaiPunya kode voucher? Gratis 12 bulan
Tulissekalidipondok.Semuayangberhaklangsungtahu.
Absen subuh, nilai, syahriah, izin gerbang, setoran hafalan. Pengurus mencatat di tempat kejadiannya; pengasuh, bendahara, sampai wali di rumah membaca data yang sama. Tanpa menyalin ulang, tanpa bertanya di grup.
Hari ini enam orang akan menulis tentang dia. Di banyak pondok, enam catatan itu tinggal di enam buku yang berbeda. Di sini, semuanya bertemu di satu tempat.
04.20Asrama Al-FatihUstadz Hasan · Musyrif01/06
Absen subuh selesai sebelum iqamah.
Ustadz Hasan berjalan dari kamar ke kamar sambil mencentang di HP. Ahmad sudah di shaf kedua. Dua nama yang belum turun langsung terlihat, lengkap dengan kamarnya.
Kehadiran jamaah, kegiatan, dan kamar tercatat per santri.
Jamaah subuh
38 dari 40 hadir
Asrama Al-Fatih · 3 kamar
Ahmad FauzanAl-Fatih 3Hadir
Rizki MaulanaAl-Fatih 2Belum turun
Fahmi HidayatAl-Fatih 3Hadir
Ilham NurAl-Fatih 1Belum turun
07.15Madrasah TsanawiyahUstadzah Nurul · Wali kelas 8B02/06
Nilai diketik sekali. Rapor menyusun dirinya.
Nilai ulangan fiqih Ahmad masuk dari laptop kelas. Leger, peringkat, dan rapor semester ikut terisi. Tidak ada lagi menyalin dari buku nilai ke Excel lalu ke kertas rapor.
Bobot nilai dan format rapor diatur tiap lembaga.
Nilai ulangan · Fiqih 8B
Santri
Ulangan
Rata-rata
Ahmad Fauzan
86
84
Fahmi Hidayat
78
80
Rizki Maulana
91
88
Rapor semester terisi otomatis
10.05Kantor bendaharaPak Ridwan · Bendahara03/06
Syahriah lunas, wali tahu saat itu juga.
Ayah Ahmad transfer pagi ini. Pak Ridwan mencocokkannya, kuitansi terbit, dan jurnalnya tercatat berpasangan. Tidak ada setoran kas yang bisa hilang diam-diam dari buku.
Bayar online lewat penyedia pilihan pondok, atau tetap tunai di loket.
Terima pembayaran
AFAhmad Fauzan2026.0009 · Kelas 8B · Kamar Al-Fatih 3
Syahriah NovemberJatuh tempo 10 NovemberRp 450.000
Ahmad pamit ke klinik. Pak Rahmat memindai kartunya: izin sudah disetujui musyrif dan bagian kesantrian, harus kembali pukul 17.00. Kalau terlambat, petugas piket yang pertama tahu.
QR di kartu berisi kode acak, bukan nomor induk.
Boleh keluar
AFAhmad Fauzan2026.0009 · Kelas 8B · Kamar Al-Fatih 3
Jenis izin
Izin berobat
Keluar
13.05
Kembali
17.00
Disetujui musyrif dan bagian keamanan
16.30Serambi masjidUstadz Fikri · Pembimbing tahfidz05/06
Setoran An-Naba' 1–16, lancar.
Di halaqah ashar, Ahmad menyetor hafalan baru. Ustadz Fikri mencatat ziyadah dan murajaahnya dari HP, dan target juz bulan ini maju satu langkah.
Target, ujian tasmi', dan sanad tersimpan di data santri yang sama.
Catat setoran
Halaqah Juz 30
AFAhmad Fauzan2026.0009 · Kelas 8B · Kamar Al-Fatih 3
ZiyadahMurajaah
SurahAn-Naba'Ayat1–16
NilaiLancarCukupUlangSimpan setoran
20.45Rumah, TasikmalayaBapak Yusuf · Ayah Ahmad06/06
Dari rumah, ayahnya melihat hari yang sama.
Hadir subuh. Nilai fiqih 86. Syahriah lunas. Izin berobat, kembali pukul 16.52. Setoran An-Naba'. Bapak Yusuf tidak perlu bertanya di grup, dan tidak ada ustadz yang harus menjawab satu per satu.
Wali masuk dengan kata sandi atau PIN, ditambah authenticator bila pondok mewajibkannya.
Portal WaliBY
Bapak Yusuf
Izin keluarAnanda Ahmad keluar gerbang pukul 13.05 WIB dengan izin berobat, dijadwalkan kembali pukul 17.00.
Syahriah NovemberRp 450.000Lunas
Hadir 29 dari 30 hari
Enam orang, enam tempat, satu santri yang sama.
Itulah arti satu data: ditulis sekali di tempat kejadiannya, dibaca oleh siapa pun yang berhak, dan tidak pernah disalin ulang.
Beranda panel admin, disederhanakan. Nama dan angka contoh.
Studi kasus
Satu aplikasi, banyak bentuk pondok.
Satu madrasah, yayasan dengan banyak lembaga, atau asrama dengan rekening sendiri. Pilih bidangnya: semuanya diatur pengurus dari menu, tanpa programmer.
4 kasus
Kasus
Kami hanya satu MI, tanpa asrama.
Di Santrinesia
Satu akun berisi satu madrasah. Santri tercatat pulang-pergi, dan sebutan santri dan pondok bisa diganti menjadi siswa dan madrasah.
Kasus
Yayasan kami menaungi MTs dan MA, masing-masing dengan kepala dan bendahara.
Di Santrinesia
Tiap madrasah mengelola PSB, tagihan, dan pengurusnya sendiri. Yayasan melihat semuanya, per lembaga atau digabung.
Kasus
Keuangan pondok putra dan putri terpisah.
Di Santrinesia
Dua pondok dalam satu akun, masing-masing dengan asrama, rekening, dan bukunya sendiri. Laporan yayasan bisa menggabungkannya.
Kasus
Sekarang baru MTs, nanti membuka MA dan asrama.
Di Santrinesia
Lembaga dan asrama ditambah kapan saja, tanpa akun baru dan tanpa memindah data.
Tiga asrama, masing-masing dengan rekening dan syahriah sendiri.
Di Santrinesia
Tiap asrama menjadi lembaga kesantrian dengan rekening, biaya, dan bendaharanya sendiri. Tagihannya hanya mengenai santri yang tinggal di asrama itu.
Kasus
Satu bendahara pusat memegang semua asrama dan lembaga.
Di Santrinesia
Bendahara tanpa cakupan lembaga memegang semua buku beserta laporan gabungannya. Bisa juga satu bendahara untuk beberapa asrama saja, tanpa MTs.
Kasus
Anak ustadz dipotong 50%, saudara kandung 10%.
Di Santrinesia
Aturan potongan bernama diterapkan otomatis saat tagihan terbit. Yang tidak boleh ditumpuk diambil yang terbesar; yang boleh ditumpuk ditambahkan, dengan batas nominal bila perlu.
Kasus
Wali meminta mencicil tagihan yang besar.
Di Santrinesia
Tagihan dipecah menjadi beberapa termin dengan DP. Pemecahan perlu persetujuan admin, dan jumlah piutangnya tetap sama.
Kasus
Wali membayar untuk dua anak sekaligus.
Di Santrinesia
Satu pembayaran dibagi ke tagihan tertua kedua anak dan tercatat per anak. Wali juga bisa memilih tagihan mana yang dibayar dulu.
Kasus
Wali mentransfer ke rekening lembaga yang keliru.
Di Santrinesia
Pembayaran tetap lunas, dan utang antar-lembaga tercatat otomatis di kedua buku sampai bendahara melunasinya.
Kasus
Listrik dibayar yayasan, tetapi dipakai semua lembaga.
Di Santrinesia
Biaya bersama dibagi tiap bulan menurut jumlah santri atau persentase tetap, dan tercatat sebagai piutang antar-lembaga.
Kasus
Dana BOS dan wakaf tidak boleh dipakai untuk sembarang belanja.
Di Santrinesia
Dana terikat hanya membiayai akun beban yang dicentang untuknya. Gaji yang dibayar dari BOS ditolak bila kas BOS tidak cukup.
Kasus
Telat membayar syahriah dikenai denda.
Di Santrinesia
Denda ditagih sekali setelah sekian hari lewat jatuh tempo, sebagai jenis biaya tersendiri. Tidak pernah ada denda atas denda.
Kasus
Jajan santri di kantin dibatasi.
Di Santrinesia
Pondok menetapkan batas belanja per minggu dan per bulan. Batas harian bisa dibuat lebih ketat per santri, juga oleh wali bila pondok mengizinkan.
Kasus
Wali kelas dan kepala madrasah mendapat tunjangan.
Di Santrinesia
Tunjangan diberikan per jabatan, per wali kelas, atau per tingkat, dan hanya sampai ke pegawai yang memegangnya. Pegawai yang masuk atau keluar di tengah bulan digaji prorata.
Santri pulang hanya boleh dijemput keluarga yang terdaftar.
Di Santrinesia
Jenis izin yang mewajibkan penjemput hanya mengizinkan santri keluar bersama penjemput terdaftar, dicocokkan dengan foto atau kartunya.
Kasus
Izin pulang punya syarat yang harus dipenuhi dulu.
Di Santrinesia
Syarat dipasang per jenis izin, sebagai peringatan atau penghalang, termasuk daftar periksa yang dikonfirmasi petugas.
Kasus
Libur: santri putra dari satu daerah pulang serentak.
Di Santrinesia
Gelombang pulang massal menyasar santri mukim menurut jenis kelamin dan daerah, melewati yang sedang izin atau dikecualikan, lalu menerbitkan izinnya sekaligus.
Kasus
Sambangan wali dibatasi sekali sebulan.
Di Santrinesia
Batas yayasan berlaku di loket dan portal wali; lembaga boleh punya batas sendiri untuk sesinya.
Kasus
Prestasi boleh menebus poin pelanggaran.
Di Santrinesia
Bila dinyalakan, poin prestasi mengurangi poin pelanggaran (tidak sampai di bawah nol), dan poin yang terlalu lama tidak dihitung lagi.
Kasus
Dua kali tidak ikut jamaah dalam sepekan dicatat sebagai pelanggaran.
Di Santrinesia
Absen berulang otomatis menjadi satu catatan pelanggaran sesuai ambang yang diatur pondok.
Kasus
Jamaah Maghrib dimulai 10 menit sebelum waktunya.
Di Santrinesia
Kegiatan absensi bisa mengikuti jadwal sholat pondok dengan selisih menit, sehingga jamnya bergeser sendiri setiap hari.
Kasus
MTs punya kategori pelanggaran dan jenis izin sendiri.
Di Santrinesia
Aturan yayasan berlaku untuk semua. Lembaga boleh menambah, menimpa, atau mematikan barisnya sendiri untuk santrinya.
Kasus
Ada ketua kamar dan ketua kelas dari santri.
Di Santrinesia
Peran santri dipasang per kamar atau kelas, tampil di daftar anggota, dan lepas sendiri saat santri pindah kamar.
Musyrifah asrama putri hanya boleh melihat santri putri.
Di Santrinesia
Cakupan peran berlapis: lembaga, asrama atau kelas, dan putra/putri.
Kasus
Kami punya jabatan yang tidak ada di daftar peran.
Di Santrinesia
Peran baru disusun dari daftar izin. Perubahannya berlaku pada permintaan berikutnya dan tercatat di audit.
Kasus
Pengajuan dana harus disetujui pengasuh dulu.
Di Santrinesia
Alur persetujuan ditentukan pondok, termasuk memakai peran buatan sendiri.
Kasus
Di pondok kami syahriah disebut SPP dan musyrif disebut pembina.
Di Santrinesia
Istilah diganti sekali dan panel, portal wali, pendaftaran PSB, website, email, serta ekspor Excel mengikutinya, termasuk santri menjadi siswa atau pondok menjadi madrasah.
Kasus
Kami pondok salaf; kebiasaannya beda dengan pondok modern.
Di Santrinesia
Preset tipe pondok memasang istilah, jenis izin, kegiatan, dan kategori pelanggaran contoh sebagai titik awal, lalu semuanya bisa diubah.
Kasus
Semua pengurus wajib memakai verifikasi dua langkah.
Di Santrinesia
Satu sakelar mewajibkan 2FA untuk semua pengurus pondok.
Kasus
Satu ustadz mengajar di dua pondok.
Di Santrinesia
Satu login untuk beberapa pondok. Ia memilih pondok saat masuk, dan data tiap pondok tetap terpisah.
Kasus
Email ke wali MTs dikirim dari alamat MTs sendiri.
Di Santrinesia
Lembaga yang punya akun email sendiri mengirim pesan tentang santrinya dari akun itu; lembaga lain memakai akun yayasan.
Yang biasanya meminta programmer, di Santrinesia diatur pengurus dari menu.
Coba ganti istilahnyaLayar ikut berubah. Begitu juga di panel pondok Anda.
Biaya bulanan
Pembina asrama
Kamar
Syahriah NovemberLunasRp 450.000
Izin pulang disetujui MusyrifUst. Fikri · Kamar Al-Fatih 3
Tipe pondok
Salaf, Modern, Tahfidz, Pondok + Sekolah, atau Ma'had Aly. Istilah, jenis izin, kegiatan, dan status terpasang sebagai titik awal, lalu bisa diubah.
Istilah
Syahriah atau SPP, musyrif atau pembina. Layar ikut kata yang dipakai di pondok Anda.
Formulir dan field
Formulir PSB dan field tambahan untuk santri, pegawai, atau aset disusun sendiri.
Alur persetujuan
Izin dan pengajuan dana melewati jenjang persetujuan yang ditetapkan pondok.
Yayasan
MI, MTs, MA, diniyah, tahfidz, dan asrama mengelola PSB, keuangan, dan pengurusnya sendiri. Yayasan melihat dan menggabungkan semuanya.
Hak akses
Berlapis sampai lembaga, putra/putri, asrama, dan kelas. Musyrifah asrama putri hanya melihat santri putri.
Kalender
Hijriah dan jadwal sholat bawaan Kemenag, bisa diubah per pondok. Jam kegiatan mengikuti jadwal sholat.
Ekosistem Santrinesia
Satu buku induk. Semua ruang pondok saling menyambung.
Santrinesia bukan kumpulan aplikasi yang dijahit belakangan. Setiap ruang kerja membaca dan menulis buku induk santri yang sama, jadi yang dicatat di satu meja langsung sampai di meja lain, termasuk di HP wali.
Buku induk santriSatu data, dibaca semua ruang
Pintu masuk
Dari formulir pendaftaran sampai kartu santri
Satu alur, lintas ruang
1Wali mengisi formulir PSB dari HP
2Panitia menyeleksi, santri mendapat kelas dan kamar
3Data menjadi buku induk, kartu ber-QR tercetak
4Tagihan daftar ulang terbit sendiri
Yang ada di ruang ini
Penerimaan santri baruFormulir online, berkas, tes, seleksi, penempatan, sampai daftar ulang.
Buku induk & kartu santriSantri, wali, pegawai, lembaga, kelas, kamar, beserta riwayatnya.
Formulir & istilah sendiriKolom tambahan, alur persetujuan, dokumen, dan istilah khas pondok.
Pengguna & hak aksesPeran, lingkup putra/putri, 2FA, undangan, catatan masuk.
Akademik & raporJadwal, nilai, imtihan, kartu ujian, ujian di layar, rapor, syahadah.
Ruang belajarMateri dan tugas per mapel, kiriman santri, nilai dan catatan ustadz.
Tahfidz & ngajiSetoran, murajaah, target, ujian tasmi', dan sanad.
Kalender HijriahAgenda Hijriah–Masehi, acara, dan jadwal sholat.
PerpustakaanKatalog kitab dan buku, peminjaman lewat kartu, denda.
AbsensiKegiatan, kelas, dan jamaah lewat QR, kartu, atau manual, tetap jalan saat sinyal hilang.
Perizinan & gerbangIzin pulang dan keluar, persetujuan berjenjang, pindai di gerbang.
Kedisiplinan & BKPelanggaran, poin, prestasi, dan catatan pembinaan yang terjaga.
Asrama & kesehatanKamar, inventaris kamar, catatan kesehatan, dan UKS.
Dapur & konsumsiMenu, jatah makan, diet dan alergi, stok bahan.
Penitipan HP & teleponTitip dan sita HP, jadwal telepon atau video call dengan wali.
Organisasi santriKepengurusan, piket, ro'an, dan ekstrakurikuler.
Perlindungan santriKanal lapor perundungan, bisa anonim, dengan akses sangat terbatas.
Rencana rilis 1.0 mencakup semua ruang ini. Sebagian masih dikembangkan, dan pondok-pondok pertama ikut menentukan urutan penyempurnaannya. Fitur zakat hanya aktif untuk pondok yang berwenang menghimpun zakat, misalnya UPZ BAZNAS atau LAZ.
Amanah
Data anak dan uang wali adalah amanah.
Keamanan dikerjakan sejak hari pertama, bukan ditambal setelah rilis.
Terpisah antar pondok
Setiap baris data membawa identitas pondoknya, dan database sendiri yang menolak akses lintas pondok (row-level security). Uji isolasinya berjalan otomatis.
Data sensitif dienkripsi
NIK, data kesehatan, dan catatan konseling disimpan terenkripsi, dibatasi per peran, dan tidak ditulis ke log.
Verifikasi dua langkah
Pengurus bisa memakai aplikasi authenticator, dan pondok bisa mewajibkannya untuk semua pengurus.
Jejak yang tidak bisa dihapus
Perubahan data inti dan pengaturan tercatat: siapa, kapan, dari mana, nilai lama dan baru.
Pembukuan yang jujur
Jurnal double-entry yang hanya bertambah. Kesalahan dikoreksi dengan jurnal balik.
Data milik pondok
Ekspor ke Excel kapan saja. Bila pondok berhenti, akun menjadi hanya-baca 90 hari dengan ekspor penuh.
Kartu tanpa data pribadi
QR di kartu santri berisi kode acak, bukan NIS. Data biometrik tidak disimpan di server.
Perlindungan santriDalam pengembangan
Kanal lapor kekerasan dan perundungan, bisa anonim. Tim support Santrinesia pun tidak bisa membukanya.
Harga
Coba gratis, lalu kontribusi tahunan Rp500.000. Dengan kode voucher, gratis 12 bulan. Semua fitur, tanpa pilihan paket.
Pondok mendaftar
Masa coba gratis, atau 12 bulan dengan kode voucher
Masa gratis selesaiKontribusi tahunan Rp500.000
Santrinesia Cloud
Rp 0
selama masa coba, atau 12 bulan dengan kode voucher
Setelah masa gratis selesai: kontribusi tahunan Rp500.000 per pondok, sudah termasuk semua fitur dan satu domain website pondok.
Semua ruang dan bagiannya, termasuk yang baru dibangun
Domain sendiri untuk website pondok, didaftarkan tim Santrinesia
Pembaruan otomatis: fitur, perbaikan, keamanan
Data di pusat data di Indonesia, dengan backup otomatis
30 hari dan 7 hari sebelum masa gratis berakhir, admin, bendahara, dan pengasuh menerima pemberitahuan berisi besaran kontribusi tahunan. Tidak melanjutkan? Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor data penuh.
Cara mulai
1Daftar sendiriPakai akun Google, atau email dengan kode verifikasi yang dikirim ke email itu.
2Isi nama pondokPilih alamat website pondok. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Masukkan di langkah ini.
3Pilih tipe pondokSalaf, Modern, Tahfidz, Pondok + Sekolah, atau Ma'had Aly sebagai titik awal.
4Ikuti "Mulai di sini"Lembaga, kamar, kelas, impor santri dari Excel, biaya, portal wali. Centang muncul sendiri begitu datanya ada.
5Undang pengurus dan waliSetiap pengurus masuk dengan perannya; wali menerima undangan ke portal.
Sasaran kami: ruang inti dipakai harian dalam 30 hari untuk pondok tunggal, dan 90 hari untuk yayasan multi-lembaga.
Dipasang di server pondok sendiri menyusul di versi 1.x: kode yang sama, tanpa pembaruan otomatis, perbaikan sebagai jasa berbayar. Harga lisensinya belum ditetapkan.
Dibayar pondok langsung ke penyedianya: biaya penyedia pembayaran dan pesan WA/SMS. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.
Tanya jawab
Setiap pondok berbeda. Ini yang sering ditanyakan pengasuh dan bendahara.
Pondok bisa mencoba gratis: daftar sendiri, lalu pakai semua fitur selama masa coba. Pondok yang memasukkan kode voucher dari tim Santrinesia saat mendaftar gratis 12 bulan, selama kuotanya masih ada. Sesudahnya, kontribusi tahunan Rp500.000 per pondok, sudah termasuk semua fitur dan satu domain website pondok. Subdomain santrinesia.com selalu gratis; setiap domain sendiri tambahan Rp300.000 per tahun.
Tidak perlu. Klik "Coba gratis", daftar dengan akun Google atau email (email biasa menerima kode verifikasi 6 angka), lalu isi nama pondok dan alamat websitenya. Akun Anda langsung menjadi Admin pondok dan bisa mengundang pengurus lain.
Kode voucher dibagikan tim Santrinesia. Dimasukkan saat mendaftar, kode itu memberi gratis 12 bulan selama kuotanya masih ada. Tanpa kode, pondok tetap bisa mencoba gratis selama masa coba. Tanyakan kodenya lewat WhatsApp atau email.
Tidak ada. Setiap pondok mendapat semua ruang dan bagiannya. Pondok kecil cukup belum menyalakan bagian yang belum dipakai.
Pondok sendiri. Pondok memilih dan berkontrak langsung dengan penyedia pembayaran; Santrinesia hanya membuat penghubungnya (adapter) dan tidak menyimpan dana di rekening platform. Pembayaran tunai atau transfer yang dicatat bendahara selalu tersedia, dan Santrinesia tidak mengambil potongan dari transaksi.
Bisa, dan pondok boleh memakai beberapa cara sekaligus. VA bank langsung memakai standar SNAP Bank Indonesia, jadi pondok cukup berkontrak VA dengan banknya lalu memasukkan kredensialnya. Untuk transfer biasa, pondok yang berlangganan Moota mendapat nominal unik per tagihan; begitu mutasi masuk, tagihan lunas dan kwitansi terbit tanpa unggah bukti. Midtrans juga tersedia, dan pencatatan manual oleh bendahara selalu ada.
Pondok berlangganan langsung ke penyedia WA atau SMS pilihannya, dan biayanya dibayar pondok ke penyedia itu. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.
Wali masuk dengan kata sandi atau PIN. Pondok bisa menyalakan verifikasi dua langkah lewat aplikasi authenticator, sehingga tidak perlu OTP SMS dan tidak ada biaya pesan untuk masuk.
Bisa. Satu akun yayasan menaungi banyak lembaga. Tiap lembaga mengelola PSB, keuangan, kantin, dan pengurusnya sendiri, sementara yayasan melihat semuanya dan menggabungkan laporannya.
Bisa. Satu akun boleh berisi satu madrasah saja. Selama tidak ada asrama, santri otomatis tercatat pulang-pergi. Sebutan "santri" dan "pondok" bisa diganti, misalnya menjadi "siswa" dan "madrasah". Langkahnya ada di Panduan › Satu madrasah, yayasan, atau pondok.
Di Santrinesia tidak. Akun bisa dipakai satu madrasah, satu pondok, atau yayasan dengan banyak lembaga. Kas pusat (Kantor Yayasan) selalu ada dan boleh diganti namanya, misalnya "Tata Usaha". Soal badan hukum penyelenggara, ikuti aturan Kementerian Agama atau dinas pendidikan yang berlaku.
Bisa. Jadikan tiap asrama satu lembaga kesantrian, misalnya Asrama Bu Yai Nikmah, Asrama Gus Munir, dan Asrama Gus Fuad. Tiap asrama punya rekening, komponen biaya, dan bendahara sendiri. Bendahara asrama menerbitkan tagihannya sendiri, sekali atau bulanan otomatis, dan tagihan itu hanya mengenai santri yang tinggal di asramanya. Santri tetap bersekolah di madrasah yang sama, wali melihat semua tagihan anaknya di satu portal, dan pengasuh melihat gabungan semua asrama.
Pembayaran tetap tercatat lunas. Santrinesia otomatis mencatat utang antar-lembaga di kedua buku, lalu bendahara melunasinya dengan transfer yang dicatat. Tidak ada uang yang hilang dari laporan.
Bisa. Undang ia dengan peran Admin lembaga dan cakupan satu lembaga. Ia mengurus PSB, santri, kelas, dan keuangan lembaganya saja, sedangkan admin yayasan melihat semua lembaga. Bendahara juga bisa dibatasi ke satu lembaga atau satu asrama.
Bisa. Susun dua pondok (putra dan putri), masing-masing dengan lembaga kesantriannya. Tiap pondok punya asrama, rekening, dan buku sendiri, dan laporan yayasan bisa menggabungkannya.
Tidak. Lembaga dan asrama bisa ditambah kapan saja di akun yang sama. Santri, alumni, dan keuangan sejak awal tetap di tempatnya.
Kontribusi dihitung per akun, berapa pun lembaganya, dan sudah termasuk satu domain sendiri. Tiap domain sendiri tambahan dikenai biaya per tahun sesuai daftar harga di bagian Harga. Alamat subdomain santrinesia.com selalu gratis untuk semua lembaga.
Bawaannya mengikuti Kemenag. Pondok bisa mengubahnya ke ketetapan ormas atau hisab, dan mengoreksi awal bulan secara manual.
Tidak. Istilah bisa diganti per pondok, misalnya syahriah menjadi SPP, musyrif menjadi pembina, santri menjadi siswa, atau pondok menjadi madrasah. Kata baru dipakai di panel, portal wali, pendaftaran PSB, website pondok, email, dan ekspor Excel. Formulir, field tambahan, template dokumen, dan alur persetujuan juga diatur sendiri; langkahnya ada di Panduan › Pengaturan lanjutan.
Absensi, perizinan di gerbang, dan kasir kantin dirancang tetap berjalan saat internet putus lalu menyamakan data otomatis. Kemampuan ini disiapkan untuk aplikasi pengurus yang sedang dikembangkan; panel web membutuhkan koneksi.
Bisa, mulai versi 1.x. Pondok menjalankan kode yang sama di servernya, tanpa pembaruan otomatis; perbaikan dan naik versi tersedia sebagai jasa berbayar.
Data tetap milik pondok. Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor penuh (Excel dan arsip lengkap). Data keuangan tidak pernah dihapus diam-diam.
Data tiap pondok terpisah di tingkat database, data sensitif dienkripsi dan dibatasi per peran, setiap perubahan tercatat, dan persetujuan wali dicatat saat pendaftaran. Rancangannya memperhatikan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Bisa. Bendahara tanpa cakupan lembaga memegang semua buku beserta laporan gabungannya. Bisa juga satu bendahara hanya untuk beberapa asrama, sementara bendahara MTs tetap di bukunya sendiri.
Bisa. Aturan yayasan berlaku untuk semua, lalu tiap lembaga boleh menambah, menimpa, atau mematikan aturannya sendiri untuk santrinya, misalnya kategori pelanggaran, jenis izin, dan batas sambangan.
Bisa. Tiap gelombang menawarkan program dan jalur dengan biaya, dokumen wajib, tes, dan kuotanya sendiri. Pendaftar bisa memilih beberapa program berurutan, dan kursi yang kosong ditawarkan ke cadangan.
Tidak. Field tambahan untuk santri, wali, pegawai, lembaga, dan lainnya disusun pengurus sendiri, diterbitkan berversi, dan bisa dikembalikan bila keliru.
Bisa. Buat aturan potongan bernama dengan persen atau nominal. Pondok menentukan mana yang boleh ditumpuk dan batasnya; potongan diterapkan otomatis saat tagihan terbit.
Bisa. Tagihan dipecah menjadi beberapa termin dengan DP atas persetujuan admin, dan daftar ulang PSB bisa dicicil bila aturan biayanya mengizinkan. Jumlah piutangnya tetap sama.
Coba gratis
Gratis 12 bulan dengan kode voucher, kuota terbatas
Mulai pakai Santrinesia hari ini.
Daftarkan pondok sendiri dalam beberapa menit, lalu langsung isi datanya. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Masukkan saat mendaftar untuk gratis 12 bulan.