Daftar sendiri, langsung pakaiPunya kode voucher? Gratis 12 bulan

Tulis sekali di pondok. Semua yang berhak langsung tahu.

Absen subuh, nilai, syahriah, izin gerbang, setoran hafalan. Pengurus mencatat di tempat kejadiannya; pengasuh, bendahara, sampai wali di rumah membaca data yang sama. Tanpa menyalin ulang, tanpa bertanya di grup.

  • Semua ruang untuk semua pondok
  • Tanpa pilihan paket
  • Data tetap milik pondok
kerja pondok dalam satu ekosistem
6ruangkerja pondok dalam satu ekosistem
gratis dengan kode voucher
12bulangratis dengan kode voucher
potongan dari pembayaran wali
0%potongan dari pembayaran wali
data santri untuk semua bagian
1data santri untuk semua bagian

Diorama pondok: masjid, asrama, madrasah, kantor, dan gerbang, dari malam sampai malam lagi.

Disiapkan untuk

  • Pondok salaf
  • Pondok modern
  • Pondok tahfidz
  • Pondok + sekolah
  • Ma'had Aly
  • Yayasan multi-lembaga
  • Asrama putra dan putri

Sebelum dan sesudah

Enam buku catatan. Atau satu data.

Di banyak pondok, satu santri dicatat berulang kali oleh orang yang berbeda, di buku yang berbeda. Lihat apa yang berubah.

Ahmad FauzanTercecer di enam tempat
  • Absen subuhDicentang di buku, direkap ulang ke Excel setiap pekan.
  • Nilai dan raporDisalin dari buku nilai ke Excel, lalu ke kertas rapor.
  • SyahriahKuitansi tulisan tangan; kas baru dicocokkan di akhir bulan.
  • Izin gerbangKertas izin di pos keamanan, mudah hilang dan sulit dicek.
  • Setoran hafalanDitulis di buku yang hanya dipegang pembimbing halaqah.
  • Kabar ke waliDitanyakan di grup, dijawab ustadz satu per satu.

Ditulis sekali di tempat kejadiannya, dibaca oleh semua yang berhak.

Ikuti sehari di pondok

Sehari di pondok

Ikuti satu hari Ahmad Fauzan, santri kelas 8B.

Hari ini enam orang akan menulis tentang dia. Di banyak pondok, enam catatan itu tinggal di enam buku yang berbeda. Di sini, semuanya bertemu di satu tempat.

  1. 04.20Asrama Al-FatihUstadz Hasan · Musyrif

    Absen subuh selesai sebelum iqamah.

    Ustadz Hasan berjalan dari kamar ke kamar sambil mencentang di HP. Ahmad sudah di shaf kedua. Dua nama yang belum turun langsung terlihat, lengkap dengan kamarnya.

    Kehadiran jamaah, kegiatan, dan kamar tercatat per santri.

  2. 07.15Madrasah TsanawiyahUstadzah Nurul · Wali kelas 8B

    Nilai diketik sekali. Rapor menyusun dirinya.

    Nilai ulangan fiqih Ahmad masuk dari laptop kelas. Leger, peringkat, dan rapor semester ikut terisi. Tidak ada lagi menyalin dari buku nilai ke Excel lalu ke kertas rapor.

    Bobot nilai dan format rapor diatur tiap lembaga.

  3. 10.05Kantor bendaharaPak Ridwan · Bendahara

    Syahriah lunas, wali tahu saat itu juga.

    Ayah Ahmad transfer pagi ini. Pak Ridwan mencocokkannya, kuitansi terbit, dan jurnalnya tercatat berpasangan. Tidak ada setoran kas yang bisa hilang diam-diam dari buku.

    Bayar online lewat penyedia pilihan pondok, atau tetap tunai di loket.

  4. 13.40Gerbang utamaPak Rahmat · Keamanan

    Izin berobat, cukup satu kali pindai.

    Ahmad pamit ke klinik. Pak Rahmat memindai kartunya: izin sudah disetujui musyrif dan bagian kesantrian, harus kembali pukul 17.00. Kalau terlambat, petugas piket yang pertama tahu.

    QR di kartu berisi kode acak, bukan nomor induk.

  5. 16.30Serambi masjidUstadz Fikri · Pembimbing tahfidz

    Setoran An-Naba' 1–16, lancar.

    Di halaqah ashar, Ahmad menyetor hafalan baru. Ustadz Fikri mencatat ziyadah dan murajaahnya dari HP, dan target juz bulan ini maju satu langkah.

    Target, ujian tasmi', dan sanad tersimpan di data santri yang sama.

  6. 20.45Rumah, TasikmalayaBapak Yusuf · Ayah Ahmad

    Dari rumah, ayahnya melihat hari yang sama.

    Hadir subuh. Nilai fiqih 86. Syahriah lunas. Izin berobat, kembali pukul 16.52. Setoran An-Naba'. Bapak Yusuf tidak perlu bertanya di grup, dan tidak ada ustadz yang harus menjawab satu per satu.

    Wali masuk dengan kata sandi atau PIN, ditambah authenticator bila pondok mewajibkannya.

Enam orang, enam tempat, satu santri yang sama.

Itulah arti satu data: ditulis sekali di tempat kejadiannya, dibaca oleh siapa pun yang berhak, dan tidak pernah disalin ulang.

Lihat panelnya

Panelnya

Layar yang dibuka pengurus setiap pagi.

Setiap peran melihat Berandanya sendiri: pekerjaan hari ini, angka yang perlu ditindaklanjuti, dan jalan pintas ke tugas yang paling sering.

Lihat Beranda sebagai

Selamat pagi, Ust. Hasan

Pondok Pesantren Darul Ilmi (contoh)

Mulai di sini

8 dari 11 selesai

Langkah menyiapkan pondok, berurutan. Centang muncul sendiri begitu datanya ada.

Langkah berikutnyaPortal waliPilih data yang terlihat wali, lalu undang wali dari halaman santri.Kerjakan

Perlu tindakan

  • 2 pendaftar baru menunggu verifikasiBuka
  • 1 pasang data mungkin orang yang samaBuka
  • 4 santri punya tagihan lewat jatuh tempoBuka

Aksi cepat

Tambah santriCatat pembayaranAjukan izinKirim pengumuman

Beranda panel admin, disederhanakan. Nama dan angka contoh.

Studi kasus

Satu aplikasi, banyak bentuk pondok.

Satu madrasah, yayasan dengan banyak lembaga, atau asrama dengan rekening sendiri. Pilih bidangnya: semuanya diatur pengurus dari menu, tanpa programmer.

4 kasus

  • Kasus

    Kami hanya satu MI, tanpa asrama.

    Di Santrinesia

    Satu akun berisi satu madrasah. Santri tercatat pulang-pergi, dan sebutan santri dan pondok bisa diganti menjadi siswa dan madrasah.

  • Kasus

    Yayasan kami menaungi MTs dan MA, masing-masing dengan kepala dan bendahara.

    Di Santrinesia

    Tiap madrasah mengelola PSB, tagihan, dan pengurusnya sendiri. Yayasan melihat semuanya, per lembaga atau digabung.

  • Kasus

    Keuangan pondok putra dan putri terpisah.

    Di Santrinesia

    Dua pondok dalam satu akun, masing-masing dengan asrama, rekening, dan bukunya sendiri. Laporan yayasan bisa menggabungkannya.

  • Kasus

    Sekarang baru MTs, nanti membuka MA dan asrama.

    Di Santrinesia

    Lembaga dan asrama ditambah kapan saja, tanpa akun baru dan tanpa memindah data.

Baca semua studi kasus bentuk lembaga di Panduan

Mengikuti pondok

Pondok tidak perlu berubah demi aplikasinya.

Yang biasanya meminta programmer, di Santrinesia diatur pengurus dari menu.

Coba ganti istilahnyaLayar ikut berubah. Begitu juga di panel pondok Anda.
Biaya bulanan
Pembina asrama
Kamar
Syahriah NovemberLunasRp 450.000
Izin pulang disetujui MusyrifUst. Fikri · Kamar Al-Fatih 3
Tipe pondok
Salaf, Modern, Tahfidz, Pondok + Sekolah, atau Ma'had Aly. Istilah, jenis izin, kegiatan, dan status terpasang sebagai titik awal, lalu bisa diubah.
Istilah
Syahriah atau SPP, musyrif atau pembina. Layar ikut kata yang dipakai di pondok Anda.
Formulir dan field
Formulir PSB dan field tambahan untuk santri, pegawai, atau aset disusun sendiri.
Alur persetujuan
Izin dan pengajuan dana melewati jenjang persetujuan yang ditetapkan pondok.
Yayasan
MI, MTs, MA, diniyah, tahfidz, dan asrama mengelola PSB, keuangan, dan pengurusnya sendiri. Yayasan melihat dan menggabungkan semuanya.
Hak akses
Berlapis sampai lembaga, putra/putri, asrama, dan kelas. Musyrifah asrama putri hanya melihat santri putri.
Kalender
Hijriah dan jadwal sholat bawaan Kemenag, bisa diubah per pondok. Jam kegiatan mengikuti jadwal sholat.

Ekosistem Santrinesia

Satu buku induk. Semua ruang pondok saling menyambung.

Santrinesia bukan kumpulan aplikasi yang dijahit belakangan. Setiap ruang kerja membaca dan menulis buku induk santri yang sama, jadi yang dicatat di satu meja langsung sampai di meja lain, termasuk di HP wali.

Buku induk santriSatu data, dibaca semua ruang

Pintu masuk

Dari formulir pendaftaran sampai kartu santri

Satu alur, lintas ruang

  1. 1Wali mengisi formulir PSB dari HP
  2. 2Panitia menyeleksi, santri mendapat kelas dan kamar
  3. 3Data menjadi buku induk, kartu ber-QR tercetak
  4. 4Tagihan daftar ulang terbit sendiri

Yang ada di ruang ini

  • Penerimaan santri baruFormulir online, berkas, tes, seleksi, penempatan, sampai daftar ulang.
  • Buku induk & kartu santriSantri, wali, pegawai, lembaga, kelas, kamar, beserta riwayatnya.
  • Formulir & istilah sendiriKolom tambahan, alur persetujuan, dokumen, dan istilah khas pondok.
  • Pengguna & hak aksesPeran, lingkup putra/putri, 2FA, undangan, catatan masuk.

Rencana rilis 1.0 mencakup semua ruang ini. Sebagian masih dikembangkan, dan pondok-pondok pertama ikut menentukan urutan penyempurnaannya. Fitur zakat hanya aktif untuk pondok yang berwenang menghimpun zakat, misalnya UPZ BAZNAS atau LAZ.

Amanah

Data anak dan uang wali adalah amanah.

Keamanan dikerjakan sejak hari pertama, bukan ditambal setelah rilis.

  1. Terpisah antar pondok

    Setiap baris data membawa identitas pondoknya, dan database sendiri yang menolak akses lintas pondok (row-level security). Uji isolasinya berjalan otomatis.

  2. Data sensitif dienkripsi

    NIK, data kesehatan, dan catatan konseling disimpan terenkripsi, dibatasi per peran, dan tidak ditulis ke log.

  3. Verifikasi dua langkah

    Pengurus bisa memakai aplikasi authenticator, dan pondok bisa mewajibkannya untuk semua pengurus.

  4. Jejak yang tidak bisa dihapus

    Perubahan data inti dan pengaturan tercatat: siapa, kapan, dari mana, nilai lama dan baru.

  5. Pembukuan yang jujur

    Jurnal double-entry yang hanya bertambah. Kesalahan dikoreksi dengan jurnal balik.

  6. Data milik pondok

    Ekspor ke Excel kapan saja. Bila pondok berhenti, akun menjadi hanya-baca 90 hari dengan ekspor penuh.

  7. Kartu tanpa data pribadi

    QR di kartu santri berisi kode acak, bukan NIS. Data biometrik tidak disimpan di server.

  8. Perlindungan santriDalam pengembangan

    Kanal lapor kekerasan dan perundungan, bisa anonim. Tim support Santrinesia pun tidak bisa membukanya.

Harga

Coba gratis, lalu kontribusi tahunan Rp500.000. Dengan kode voucher, gratis 12 bulan. Semua fitur, tanpa pilihan paket.

  1. Pondok mendaftar
  2. Masa coba gratis, atau 12 bulan dengan kode voucher
  3. Masa gratis selesaiKontribusi tahunan Rp500.000

Santrinesia Cloud

Rp 0

selama masa coba, atau 12 bulan dengan kode voucher

Setelah masa gratis selesai: kontribusi tahunan Rp500.000 per pondok, sudah termasuk semua fitur dan satu domain website pondok.

  • Semua ruang dan bagiannya, termasuk yang baru dibangun
  • Domain sendiri untuk website pondok, didaftarkan tim Santrinesia
  • Pembaruan otomatis: fitur, perbaikan, keamanan
  • Data di pusat data di Indonesia, dengan backup otomatis
  • Panduan, chat, dan bantuan konfigurasi
  • Tanpa potongan dari transaksi pembayaran
Coba gratis

30 hari dan 7 hari sebelum masa gratis berakhir, admin, bendahara, dan pengasuh menerima pemberitahuan berisi besaran kontribusi tahunan. Tidak melanjutkan? Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor data penuh.

Cara mulai

  1. Daftar sendiriPakai akun Google, atau email dengan kode verifikasi yang dikirim ke email itu.
  2. Isi nama pondokPilih alamat website pondok. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Masukkan di langkah ini.
  3. Pilih tipe pondokSalaf, Modern, Tahfidz, Pondok + Sekolah, atau Ma'had Aly sebagai titik awal.
  4. Ikuti "Mulai di sini"Lembaga, kamar, kelas, impor santri dari Excel, biaya, portal wali. Centang muncul sendiri begitu datanya ada.
  5. Undang pengurus dan waliSetiap pengurus masuk dengan perannya; wali menerima undangan ke portal.

Sasaran kami: ruang inti dipakai harian dalam 30 hari untuk pondok tunggal, dan 90 hari untuk yayasan multi-lembaga.

Dipasang di server pondok sendiri menyusul di versi 1.x: kode yang sama, tanpa pembaruan otomatis, perbaikan sebagai jasa berbayar. Harga lisensinya belum ditetapkan.

Dibayar pondok langsung ke penyedianya: biaya penyedia pembayaran dan pesan WA/SMS. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.

Tanya jawab

Setiap pondok berbeda. Ini yang sering ditanyakan pengasuh dan bendahara.

Pondok bisa mencoba gratis: daftar sendiri, lalu pakai semua fitur selama masa coba. Pondok yang memasukkan kode voucher dari tim Santrinesia saat mendaftar gratis 12 bulan, selama kuotanya masih ada. Sesudahnya, kontribusi tahunan Rp500.000 per pondok, sudah termasuk semua fitur dan satu domain website pondok. Subdomain santrinesia.com selalu gratis; setiap domain sendiri tambahan Rp300.000 per tahun.

Tidak perlu. Klik "Coba gratis", daftar dengan akun Google atau email (email biasa menerima kode verifikasi 6 angka), lalu isi nama pondok dan alamat websitenya. Akun Anda langsung menjadi Admin pondok dan bisa mengundang pengurus lain.

Kode voucher dibagikan tim Santrinesia. Dimasukkan saat mendaftar, kode itu memberi gratis 12 bulan selama kuotanya masih ada. Tanpa kode, pondok tetap bisa mencoba gratis selama masa coba. Tanyakan kodenya lewat WhatsApp atau email.

Tidak ada. Setiap pondok mendapat semua ruang dan bagiannya. Pondok kecil cukup belum menyalakan bagian yang belum dipakai.

Pondok sendiri. Pondok memilih dan berkontrak langsung dengan penyedia pembayaran; Santrinesia hanya membuat penghubungnya (adapter) dan tidak menyimpan dana di rekening platform. Pembayaran tunai atau transfer yang dicatat bendahara selalu tersedia, dan Santrinesia tidak mengambil potongan dari transaksi.

Bisa, dan pondok boleh memakai beberapa cara sekaligus. VA bank langsung memakai standar SNAP Bank Indonesia, jadi pondok cukup berkontrak VA dengan banknya lalu memasukkan kredensialnya. Untuk transfer biasa, pondok yang berlangganan Moota mendapat nominal unik per tagihan; begitu mutasi masuk, tagihan lunas dan kwitansi terbit tanpa unggah bukti. Midtrans juga tersedia, dan pencatatan manual oleh bendahara selalu ada.

Pondok berlangganan langsung ke penyedia WA atau SMS pilihannya, dan biayanya dibayar pondok ke penyedia itu. Notifikasi push dan email tidak dibatasi.

Wali masuk dengan kata sandi atau PIN. Pondok bisa menyalakan verifikasi dua langkah lewat aplikasi authenticator, sehingga tidak perlu OTP SMS dan tidak ada biaya pesan untuk masuk.

Bisa. Satu akun yayasan menaungi banyak lembaga. Tiap lembaga mengelola PSB, keuangan, kantin, dan pengurusnya sendiri, sementara yayasan melihat semuanya dan menggabungkan laporannya.

Bisa. Satu akun boleh berisi satu madrasah saja. Selama tidak ada asrama, santri otomatis tercatat pulang-pergi. Sebutan "santri" dan "pondok" bisa diganti, misalnya menjadi "siswa" dan "madrasah". Langkahnya ada di Panduan › Satu madrasah, yayasan, atau pondok.

Di Santrinesia tidak. Akun bisa dipakai satu madrasah, satu pondok, atau yayasan dengan banyak lembaga. Kas pusat (Kantor Yayasan) selalu ada dan boleh diganti namanya, misalnya "Tata Usaha". Soal badan hukum penyelenggara, ikuti aturan Kementerian Agama atau dinas pendidikan yang berlaku.

Bisa. Jadikan tiap asrama satu lembaga kesantrian, misalnya Asrama Bu Yai Nikmah, Asrama Gus Munir, dan Asrama Gus Fuad. Tiap asrama punya rekening, komponen biaya, dan bendahara sendiri. Bendahara asrama menerbitkan tagihannya sendiri, sekali atau bulanan otomatis, dan tagihan itu hanya mengenai santri yang tinggal di asramanya. Santri tetap bersekolah di madrasah yang sama, wali melihat semua tagihan anaknya di satu portal, dan pengasuh melihat gabungan semua asrama.

Pembayaran tetap tercatat lunas. Santrinesia otomatis mencatat utang antar-lembaga di kedua buku, lalu bendahara melunasinya dengan transfer yang dicatat. Tidak ada uang yang hilang dari laporan.

Bisa. Undang ia dengan peran Admin lembaga dan cakupan satu lembaga. Ia mengurus PSB, santri, kelas, dan keuangan lembaganya saja, sedangkan admin yayasan melihat semua lembaga. Bendahara juga bisa dibatasi ke satu lembaga atau satu asrama.

Bisa. Susun dua pondok (putra dan putri), masing-masing dengan lembaga kesantriannya. Tiap pondok punya asrama, rekening, dan buku sendiri, dan laporan yayasan bisa menggabungkannya.

Tidak. Lembaga dan asrama bisa ditambah kapan saja di akun yang sama. Santri, alumni, dan keuangan sejak awal tetap di tempatnya.

Kontribusi dihitung per akun, berapa pun lembaganya, dan sudah termasuk satu domain sendiri. Tiap domain sendiri tambahan dikenai biaya per tahun sesuai daftar harga di bagian Harga. Alamat subdomain santrinesia.com selalu gratis untuk semua lembaga.

Bawaannya mengikuti Kemenag. Pondok bisa mengubahnya ke ketetapan ormas atau hisab, dan mengoreksi awal bulan secara manual.

Tidak. Istilah bisa diganti per pondok, misalnya syahriah menjadi SPP, musyrif menjadi pembina, santri menjadi siswa, atau pondok menjadi madrasah. Kata baru dipakai di panel, portal wali, pendaftaran PSB, website pondok, email, dan ekspor Excel. Formulir, field tambahan, template dokumen, dan alur persetujuan juga diatur sendiri; langkahnya ada di Panduan › Pengaturan lanjutan.

Absensi, perizinan di gerbang, dan kasir kantin dirancang tetap berjalan saat internet putus lalu menyamakan data otomatis. Kemampuan ini disiapkan untuk aplikasi pengurus yang sedang dikembangkan; panel web membutuhkan koneksi.

Bisa, mulai versi 1.x. Pondok menjalankan kode yang sama di servernya, tanpa pembaruan otomatis; perbaikan dan naik versi tersedia sebagai jasa berbayar.

Data tetap milik pondok. Akun menjadi hanya-baca selama 90 hari dengan ekspor penuh (Excel dan arsip lengkap). Data keuangan tidak pernah dihapus diam-diam.

Data tiap pondok terpisah di tingkat database, data sensitif dienkripsi dan dibatasi per peran, setiap perubahan tercatat, dan persetujuan wali dicatat saat pendaftaran. Rancangannya memperhatikan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Bisa. Bendahara tanpa cakupan lembaga memegang semua buku beserta laporan gabungannya. Bisa juga satu bendahara hanya untuk beberapa asrama, sementara bendahara MTs tetap di bukunya sendiri.

Bisa. Aturan yayasan berlaku untuk semua, lalu tiap lembaga boleh menambah, menimpa, atau mematikan aturannya sendiri untuk santrinya, misalnya kategori pelanggaran, jenis izin, dan batas sambangan.

Bisa. Tiap gelombang menawarkan program dan jalur dengan biaya, dokumen wajib, tes, dan kuotanya sendiri. Pendaftar bisa memilih beberapa program berurutan, dan kursi yang kosong ditawarkan ke cadangan.

Tidak. Field tambahan untuk santri, wali, pegawai, lembaga, dan lainnya disusun pengurus sendiri, diterbitkan berversi, dan bisa dikembalikan bila keliru.

Bisa. Buat aturan potongan bernama dengan persen atau nominal. Pondok menentukan mana yang boleh ditumpuk dan batasnya; potongan diterapkan otomatis saat tagihan terbit.

Bisa. Tagihan dipecah menjadi beberapa termin dengan DP atas persetujuan admin, dan daftar ulang PSB bisa dicicil bila aturan biayanya mengizinkan. Jumlah piutangnya tetap sama.

Coba gratis

Gratis 12 bulan dengan kode voucher, kuota terbatas

Mulai pakai Santrinesia hari ini.

Daftarkan pondok sendiri dalam beberapa menit, lalu langsung isi datanya. Punya kode voucher dari tim Santrinesia? Masukkan saat mendaftar untuk gratis 12 bulan.

Tanya kode voucher atau minta demo

Daftar dalam 3 langkah

  1. Daftar dengan Google atau emailDaftar dengan email biasa? Kode verifikasi 6 angka dikirim ke email Anda.
  2. Isi nama pondok dan alamat websiteMasukkan kode voucher bila punya. Tanpa kode, pondok memakai masa coba.
  3. Langsung masuk panelAkun Anda menjadi Admin pondok. Ikuti "Mulai di sini" untuk menyiapkan lembaga, kelas, dan santri.
Coba gratis sekarang